LAPORAN MINGGUAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR I
PEMBUATAN LARUTAN
Disusun Oleh :
A-2
Teknik Industri
Valenda Offyannur Yustitia
1309035002
LABORATORIUM TEKNOLOGI KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2013
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ketika
mempelajari kimia dikenal adanya larutan. Larutan pada dasarnya adalah fase
yang homogen yang mengandung lebih dari satu komponen. Komponen yang terdapat
dalam jumlah besar disebut pelarut atau solvent. Sedangkan komponen dalam
jumlah sedikit disebut zat terlarut atau solute. Konsentrasi dalam suatu
larutan didefinisikan sebagai jumlah solute yang ada dalam sejumlah larutan
atau pelarut. Konsentrasi dapat dinyatakan dalam beberapa cara. Antara lain
molaritas, molalitas, normalitas dan sebagainya.
Dalam
ilmu kimia, pengertian larutan ini sangat penting. Karena hampir semua reaksi
kimia terjadi dalam bentuk larutan. Larutan didefinisikan sebagai campuran
homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi dengan baik sebagai molekul,
atom maupun ion yang komposisinya dapat berpariasi. Contohnya dalam pembuatan
larutan H2SO4 dengan konsentrasi yang lebih rendah. Maka
larutan H2SO4 pekat dilarutkan dengan H2O
sehingga larutan H2SO4 menjadi lebih encer.
Dalam
praktikum ini diharapkan kita dapat mengetahui bagaimana kita membuat larutan
dengan konsentrasi sesuai yang diperluakan.
1.2 Tujuan Percobaan
- Mempelajari cara menghitung konsentrasi larutan NaCl,
- Mempelajari cara menghitung konsentrasi larutan H2SO4,
- Mempelajari perbedaan cara pembuatan larutan dari zat cair dengan zat
padat.
BAB
2
TINJAUAN
PUSTAKA
Campuaran
homogen adalah suatu campuran yang terdiri dari 2 bahan atau lebih dalam fase
yang sama. Sebagai contoh sejumlah kecil garam (NaCl) dimasukkan ke dalam air,
garam perlahan akan menghilang. Garam yang telah dimasukkan larut dalam air
dank arena larutnya garam, air dan garam pun membentuk suatu zat baru yang
memiliki sifat yang berbeda dengan zat murninya. Air pada saat murni tidak
memiliki rasa.namun setelah ditambahkan garam,air akan memiliki rasa asin
begitu pula pada garam. Garam pada saat murni slalu berbentuk padatan namun
setelah dimasukkan dalam air garam berubah cair.
Campuran heterogen adalah suatu
campuran yang terdiri dari dua bahan atau lebih yang memiliki fasa yang
berbeda. Contohnya adalah pasir dimasukkan kedalam air, campuran ini merupakan
campuran heterogen karena terdiri dari bahan-bahan yang memiliki fase berbeda,
pasir dalam fase padatan dan air dalam fase cair.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kelarutan yaitu jenis zat, temperatur (suhu), tekanan, ukuran zat terlarut, volume pelarut, pengadukan, pH,
hidrolisis, (Khopkar, 2003).
-
Jenis Zat
Zat-zat dengan struktur kimia yang mirip
umumnya dapat saling bercampur dengan baik, sedangkan zat-zat yang struktur
kimianya berbeda umumnya kurang dapat saling bercampur (like dissolves like).
Senyawa yang bersifat polar akan mudah larut dalam pelarut polar, sedangkan
senyawa nonpolar akan mudah larut dalam pelarut nonpolar.
-
Temperatur (suhu)
Kelarutan gas umumnya berkurang pada
temperatur yang lebih tinggi. Misalnya jika air dipanaskan, maka timbul
gelembung-gelembung gas yang keluar dari dalam air, sehingga gas yang terlarut
dalam air tersebut menjadi berkurang. Kebanyakan zat padat kelarutannya lebih
besar pada temperatur yang lebih tinggi.
-
Tekanan
Perubahan tekanan
pengaruhnya kecil terhadap kelarutan zat cair atau padat. Perubahan tekanan
sebesar 500 atm hanya merubah kelarutan NaCl sekitar 2,3 % dan NH4Cl sekitar
5,1 %. Kelarutan gas sebanding dengan tekanan partial gas itu. Menurut
hukum Henry (William Henry: 1774-1836) massa gas yang melarut dalam
sejumlah tertentu cairan (pelarutnya) berbanding lurus dengan tekanan yang
dilakukan oleh gas itu (tekanan partial), yang berada dalam
kesetimbangan dengan larutan itu. Contohnya kelarutan oksigen dalam air bertambah
menjadi 5 kali jika tekanan partial-nya dinaikkan 5 kali. Hukum ini
tidak berlaku untuk gas yang bereaksi dengan pelarut, misalnya HCl atau NH3
dalam air.
-
Ukuran Zat Terlarut
Zat terlarut dengan ukuran kecil (serbul)
lebih mudah melarut dibandingkam dengan zat yang berukuran besar. Akibatnya zat
terlarut berbentuk serbuk lebih cepat larut daripada zat terlarut berukuran
besar.
-
Volume Pelarut
Volume pelarut yang besar akan lebih mudah
melarutkan zat terlarut.
-
Pengadukan
Pengadukan
menyebabkan partikel antara zat terlarut dengan pelarut akan semakin sering
bertabrakan, hal ini menyebabkan proses pelarutan menjadi semakin cepat.
Suatu
larutan dengan jumlah maksimum zat terlarutpadatemperatur tertentu disebut
larutan jenuh. Sebelum mencapai titik jenuh larutan tidak jenuh. Kadang-kadang dijumpai suatu keadaan
dengan zat terlarut dalam larutan lebih banyak daripada zat terlarut yang
seharusnya dapat melarut pada temperature tersebut. Larutan yang demikian
disebut larutan lewat jenuh.
Banyaknya zat terlarut yang dapat menghasilkan larutan
jenuh, dalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan disebut kelarutan.
Kelarutan suatu zat bergantung pada sifat zat itu, molekul pelarut,
temperature dan tekanan.
Konsentrasi
larutan menyatakan banyaknya zat terlarut dalam sejumlah tertentu larutan.
Secara fisika konsentrasi dapat dinyatakan dalam % (persen) atau ppm (part permillion) = bpj (bagian
per juta). Dalam kimia, konsentrasi larutan dinyatakan dalam molar :
-
Molaritas (M)
Molaritas
menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam setiap liter larutan.
-
Molalitas (m)
Molalitas
menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam setiap kilo gram (1 000 gram)
-
Normalitas (N)
Normalitas
menyatakan jumlah ekuivalen zat terlarut dalam setiap liter larutan.

Massa ekuivalen
adalah massa zat yang diperlukan untuk menangkap atau melepaskan 1 mol elektron
dalam reaksi (reaksi redoks).
Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat
yang terdispersi baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat berpariasi.
Larutan dapat berupa gas, cairan, atau padatan. Larutan encer adalah larutan
yang mengandung sebagian kecil solute, relative terhadap jumlah pelarut.
Sedangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute.
Solute adalah zat terlarut. Sedangkan solvent (pelarut) adalah medium dalam
mana solute terlarut (Baroroh, 2004).
Pada
umumnya zat yang digunakan sebagai pelarut adalah air (H2O), selain air yang
berfungsi sebagai pelarut adalah alcohol, amoniak, kloroform, benzena, minyak,
asam asetat, akan tetapi kalau menggunakan air biasanya tidak disebutkan
(Gunawan, 2004). Larutan gas dibuat dengan mencampurkan suatu gas
dengan gas lainnya. Karena semua gas bercampur dalam semua perbandingan, maka
setiap campuran gas adalah homogen ia merupakan larutan.
Larutan cairan dibuat dengan
melarutkan gas, cairan atau padatan dalam suatu cairan. Jika sebagian cairan
adlah air, maka larutan disebut larutan berair. Larutan padatan adalah
padatan-padatan dalam mana satu komponen terdistribusi tak beraturan pada atom
atau molekul dari komponen lainnya (Syukri, 1999).
Meskipun
larutan dapat mengandung banyak komponen, tetapi pada tinjauan ini hanya
dibahas larutan yang mengandung dua komponen. Yaitu larutan biner. Komponen dari
larutan biner yaitu pelarut dan zat terlarut.
Satuan
konsentrasi
Lambang
|
Nama
|
Definisi
|
Satuan Fisika
|
||
% w/w
|
Persen
berat
|
|
% v/v
|
Persen
volume
|
|
% w/v
|
Persen
berat volume
|
|
ppm
|
Parts
per million
|
|
ppb
|
Parts
per billion
|
|
Satuan
kimia
|
||
X
|
Fraksi mol
|
|
F
|
Formal
|
|
m
|
Molal
|
|
N
|
Normal
|
|
m
Eq
|
Mili
ekuivalen
|
Seper
seribu mol larutan
|
Osm
|
Osmolar
|
|
M
|
Molar
|
|
(hiskia Achmad, 2001)
1. Fraksi mol
adalah perbandingan dari jumlah mol dari suatu komponen dengan jumlah total mol
dalam larutan. Contoh, dalam larutan yang mengandung 1 mol alkohol dan 3
mol air, maka fraksi mol alkohol adalah ¼ dan air ¾ (syukri, 1999).
Jumlah
kedua fraksimol (fraksi mol zat terlarut + fraksi mol pelarut) sama dengan 1
(Hoskia Achmad, 2007).
2. Molaritas dari
solute adalah jumlah mol solute perliter larutan dan biasanya dinyatakan dengan
huruf besar M. larutan 6,0 molar HCl ditulis 6,0 M, bararti bahwa larutan
dibuat dengan menambahkan 6,0 mol HCl pada air yang cukup dan kemudian volume
larutan dibuat menjadi satu liter.
3. Molalitas dari suatu
solute adalah jumlah mol solute per satu kilogram solvent. Molalitas biasanya
ditulis dengan hurup kecil m. Tulisan 6,0 m HCl dibaca 6,0 molal, dan
menyatakan suatu larutan yang dibuat dengan menambahkan 6,0 mol HCl pada satu
kilogram air.
4. Normalitas dari suatu
solute adalah jumlah gram ekuivalen solute per liter larutan. Biasanya
ditulis dengan huruf besar N. Tulisan 0,25 N KMnO4 dibaca 0,25
normal, dan menyatakan larutan yang mengandung 0,25 gram ekuifalen dari kalium
permanganat per liter larutan.
5. Persen dari solute
dapat dinyatakan sebagai persen berat atau persen volume. Sebagai contoh, 3%
berat H2O2 adalah 3 gram H2O2 tiap
100 gram larutan. Sedangkan 12% volulme adlah suatu larutan yang dibuat dari 12
ml alkohol dan solvent ditambahkan hingga volume menjadi 100 ml (syukri, 1999).
Sifat fisik akuades :
0o
|
20o
|
50o
|
100o
|
|
Massa jenis (g/cm3)
|
0.99987
|
0.99823
|
0.9981
|
0.9584
|
Panas jenis (kal/g•oC)
|
1.0074
|
0.9988
|
0.9985
|
1.0069
|
Kalor uap (kal/g)
|
597.3
|
586.0
|
569.0
|
539.0
|
Konduktivitas termal (kal/cm•s•oC)
|
1.39 × 10-3
|
1.40 × 10-3
|
1.52 × 10-3
|
1.63 × 10-3
|
Tegangan permukaan (dyne/cm)
|
75.64
|
72.75
|
67.91
|
58.80
|
Laju
viskositas (g/cm•s)
|
178.34 × 10-4
|
100.9 × 10-4
|
54.9 × 10-4
|
28.4 × 10-4
|
87.825
|
80.8
|
69.725
|
55.355
|
Sifat kimia akuades :
Akuades atau air adalah
substansi kimia dengan rumus kimia
H2O. Air bersifat tidak berwarna,
tidak berasa
dan tidak berbau
pada kondisi standar, yaitu pada tekanan
100 kPa (1 bar) and temperatur
273,15 K (0 °C).
Gaya
tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat
masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan
yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut
sebagai ikatan
hidrogen.
Air sering
disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat
kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur
standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen
(H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion
hidroksida (OH-).
Sifat fisik NaCl :
-
rapuh (mudah hancur)
-
asin (garam dapur)
-
larut dalam air (air
laut)
-
tidak bisa melewati
selaput semipermeable
Sifat kimia NaCl :
-
bisa didapat dari
reaksi NaOH dan HCl sehingga pHnya netral
-
ikatan ionik kuat
(Na+) + (Cl-) selisih elektronegatifnya lebih dari 2
-
larutannya
merupakan elektrolit kuat karena terionisasi sempurna pada air.
Sifat fisik H2SO4 :
Walaupun asam sulfat yang
mendekati 100% dapat dibuat, ia akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam 98,3%. Asam sulfat 98% lebih
stabil untuk disimpan, dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. Asam
sulfat 98% umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat. Terdapat berbagai
jenis konsentrasi asam sulfat
yang digunakan untuk berbagai keperluan:
-
10%, asam sulfat encer
untuk kegunaan laboratorium,
-
33,53%, asam baterai,
-
62,18%, asam bilik atau asam
pupuk,
-
73,61%, asam menara atau asam
glover,
-
97%, asam pekat.
Asam sulfat murni berupa cairan bening seperti minyak, dan oleh karenanya
pada zaman dahulu ia dinamakan 'minyak vitriol'.
Sifat kimia H2SO4 :
Reaksi hidrasi asam sulfat
sangatlah eksotermik.
Selalu tambahkan asam ke dalam air daripada air ke dalam asam. Air memiliki massa jenis
yang lebih rendah daripada asam sulfat dan cenderung mengapung di atasnya,
sehingga apabila air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, ia akan dapat
mendidih dan bereaksi dengan keras. Reaksi yang terjadi adalah pembentukan ion hidronium:
H2SO4
+ H2O → H3O+ + HSO4-
HSO4-
+ H2O → H3O+ + SO42-
Sebagai asam, asam sulfat bereaksi
dengan kebanyakan basa,
menghasilkan garam sulfat.
Sebagai contoh, garam tembaga tembaga(II) sulfat dibuat dari reaksi antara tembaga(II) oksida
dengan asam sulfat:
CuO
+ H2SO4 → CuSO4 + H2O
Asam sulfat juga dapat digunakan untuk
mengasamkan garam dan menghasilkan asam yang lebih lemah. Reaksi antara natrium
asetat dengan asam sulfat akan menghasilkan asam asetat,
CH3COOH, dan natrium bisulfat:
H2SO4
+ CH3COONa → NaHSO4 + CH3COOH
BAB
3
METODOLOGI
PERCOBAAN
3.1. Alat dan Bahan
3.1.1 Alat :
- Kaca
arloji
- Spatula
- Neraca analitik
- Labu takar 100 ml
- Pipet tetes
- Pipet
ukur 10 ml
- Bola
hisap
- Gelas
ukur
- Batang
pengaduk
- Gelas kimia 100 ml
- Corong kaca
- Termometer
3.1.2 Bahan-bahan
- Akuades ( H2O
)
- H2SO4
- NaCl
3.2 Prosedur percobaan
3.2.1 Pembuatan
Larutan NaCl
- Ditimbang 1 gram NaCl dengan menggunakan kaca
arloji
- Dipindahkan ke dalam gelas kimia (beaker
glass)
- Ditambahkan akuades secukupnya
- Diaduk
- Dipindahkan ke dalam labu takar
- Diencerkan hingga tanda batas pada labu takar
- Dihomogenkan
3.2.2 Pengenceran H2SO4
- Dipipet 2.959 ml H2SO4 dengan
pipet ukur
- Dipindahkan ke labu takar yang sudah diberi H2O
- Diencerkan dengan H2O hingga tanda
batas
- Ditutup labu takar tersebut dengan penutup
khusus
- Dihomogenkan
BAB
4
HASIL
DAN PENGAMATAN
4.1 Hasil Pengamatan
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
1.
|
Pembuatan Larutan NaCl
-
Ditimbang 1 gram NaCl dengan menggunakan kaca arloji
dan neraca analitik
-
Dipindahkan ke dalam gelas kimia (beaker glass)
-
Ditambahkan akuades secukupnya
-
Diaduk
-
Dipindahkan ke dalam labu takar
-
Diencerkan hingga tanda batas pada labu takar
-
Dihomogenkan
|
Pada saat NaCl ditimbang dengan kaca arloji dengan berat sebesar 1.0095
gram, NaCl berbentuk serbuk dengan warna putih bersih dan tidak berbau.
Pada saat serbuk NaCl akan
dipindahkan, serbuk NaCl tersebut menjadi lengket pada kaca arloji karena
terlalu lama terpapar di udara sehingga serbuk yang menempel perlu di bilas
dengan akuades.
Pada saat ditambahkan akuades
maka volume dalam gelas kimia tersebut bertambah.
NaCl yang awalnya berbentuk
serbuk setelah di tambahkan akuades lalu diaduk maka warna larutan menjadi
bening karena serbuk telah menyatu dengan akuades saat diaduk dan larutan
tersebut tidak berbau.
Bilas batang pengaduk dan
gelas kimia, lalu pindahkan ke dalam labu takar bersama larutan NaCl
tersebut. Larutan tersebut tidak berubah.
Larutan tersebut tidak
berubah warna atau berubah bau tetapi volume saja yang bertambah karena
penambahan hingga tanda batas.
Larutan NaCl setelah dihomogenkan didalam labu takar hasilnya adalah
suhu larutan menjadi lebih dingin, tampak gelembung – gelembung yang
menunujukkan bahwa larutan aquades dan NaCl sudah bergabung atau bercampur dan disimpulkan jenis larutan tersebut adalah larutan homogen.
|
2.
|
Pengenceran H2SO4
-
Dipipet 2.959 ml H2SO4 dengan
pipet ukur
-
Dipindahkan ke labu takar yang sudah diberi H2O
-
Diencerkan dengan H2O hingga tanda batas
-
Ditutup labu takar tersebut dengan penutup khusus
-
Dihomogenkan
|
Larutan H2SO4 pekat disedot
menggunakan pipet ukur sebanyak 10 ml lalu diekresikan sebanyak 2.959 ml yang
dibulatkan menjadi 3 ml. Larutan H2SO4
pekat tersebut berwarna coklat pekat, berbentuk cairan dan berbau tidak
sedap (menyengat).
Setelah larutan pekat H2SO4 dimasukkan ke dalam labu takar yang
sebelumnya ditambahkan akuades secukupnya terlebih dahulu, warna larutan
tersebut berubah menjadi coklat muda bening dan bau tidak sedap sebelumnya
menjadi berkurang.
Setelah ditambahkan akuades
hingga tanda batasnya larutan tersebut tidak berubah kecuali volumenya yang
bertambah.
Larutan tidak menunjukkan
perubahan.
Setelah dihomogenkan, larutan tersebut menjadi agak bening dan keruh
lalu apabila dibandingkan dengan larutan NaCl sebelumnya, suhu larutan H2SO4
ini lebih hangat dan disimpulkan bahwa larutan ini adalah larutan
homogen.
|
4.2 Perhitungan
4.2.1
Pembuatan Larutan NaCl
Diketahui : Berat
NaCl = 1.0095 gram
Massa
relatif NaCl = 58.5
Volume
NaCl = 100 ml
Ditanya : Molaritas
NaCl ?
Jawab :
Maka molaritas NaCl adalam 0.17 M
4.2.2 Pengenceran H2SO4
Diketahui : Berat jenis (bj) H2SO4 = 1.84
Massa
relatif H2SO4 = 98
Kadar
persen H2SO4 = 90%
M2
H2SO4
= 0.5 M
V2 H2SO4 = 100 ml
Ditanya :
Molaritas H2SO4 dan V1
H2SO4?
Jawab :
M1 .V1
= M2 .V2
V1
= 2.959 ml
Maka dari perhitungan ini hasil 2.959 ml dipergunakan untuk volume H2SO4
yang akan dimasukkan dalam labu takar.
4.3 Pembahasan
Hasil
percobaan pembuatan larutan NaCl menunjukkan bahwa saat pembuatan NaCl yang
awalnya berbentuk serbuk dan tidak berbau saat akan dimasukkan ke dalam gelas
kimia serbuk NaCl tersebut menjadi agak lengket dikarenakan terlalu lama
terpapar udara hingga sisa serbuk yang masih melekat di kaca arloji perlu
dibilas lalu bilasan dan larutan yang di dalam gelas kimia tersebut dimasukkan
labu takar dan tambahkan akuades hingga tanda batasnya. Larutan tersebut tidak
berubah bau tetapi hanya bertambah volumenya. Setelah dihomogenkan suhu larutan
tersebut menjadi lebih dingin, tampak gelembung – gelembung yang menunujukkan bahwa
larutan aquades dan NaCl sudah bergabung atau bercampur dan disimpulkan jenis larutan tersebut adalah larutan homogen.
Hasil
percobaan saat pengenceran H2SO4 pekat sebanyak 2.959 ml
yang berbentuk cairan, berwarna coklat pekat dan berbau tidak sedap (menyengat).
Setelah larutan H2SO4 pekat dimasukkan kedalam labu takar
yang sebelumnya telah diberi akuades secukupnya maka berubah warna menjadi
coklat muda bening dan bau tidak sedap seperti sebelumnya berkurang. Lalu
ditambahkan akuades hingga tanda batas dan labu takar ditutup dengan penutup
khusus untuk dihomogenkan. Hasil yang terlihat adalah warna yang tadinya coklat
pekat menjadi coklat muda agak bening dan keruh, apabila dibandingkan dengan
larutan NaCl, suhu larutan H2SO4 ini lebih hangat, larutan tersebut dapat bereaksi dengan
aquades yaitu munculnya gelembung – gelenbung dan suhu pada larutan
tersebut menjadi berubah dan larutan H2SO4 ini bisa
disimpulkan dengan larutan homogen.
Digunakan
akuades sebagai pelarut dikarenakan akuades bersifat
tidak berwarna, tidak berasa
dan tidak berbau
yang tidak akan mempengaruhi senyawa lainnya, pH akuades pun 7 yaitu netral.
Akuades sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat
kimia. Akuades pun mudah didapat dan harganya yang murah bila dibandingkan
dengan pelarut lainnya.
Dalam pengenceran H2SO4 ditambahkan akuades terlebih
dahulu dikarenakan prosedur untuk mengencerkan adalah dengan cara akuades
ditambahkan terlebih dahulu lalu larutan H2SO4 dimasukkan.
Apabila larutan H2SO4 dimasukkan terlebih dahulu maka
akan terjadi reaksi keras atau akan mendidih (contoh : air yang diteteskan ke
dalam minyak panas maka akan memercik) hal ini disebabkan adanya perbedaan
massa jenis antara kedua zat.
Dalam penentuan
konsentrasi NaCl menggunakan rumus
sedangkan
pengenceran H2SO4 menggunakan rumus
dikarenakan pada NaCl yang diketahui hanya mol
(dengan cara gram dibagi dengan Mr) dan volume saja, sedangkan pada H2SO4
yang diketahui hanya ada berat jenis, kadar persennya dan Mr nya (dengan
cara menambahkan nilai masing masing atom) setelah mendapatkan molaritasnnya
maka yang dicari adalah volumenya yang menggunakan
rumus M1 .V1 = M2
.V2
Perlakuan
dalam praktikum ditimbang dikarenakan supaya massa berat yang akan dipergunakan
itu akurat dan supaya sesuai dengan yang dianjurkan dalam praktikum dan diaduk dikarenakan
supaya serbuk NaCl yang diencerkan dengan akuades tercampur rata, pengadukan menyebabkan partikel
antara zat terlarut dengan pelarut akan semakin sering bertabrakan, hal ini
menyebabkan proses pelarutan menjadi semakin cepat.
Faktor kesalahan dalam praktikum kali ini adalah
pada saat menimbang serbuk NaCl kurang akurat dan teliti maka massa yang
didapat 1.0095 gram, massa yang seharusnya didapat adalah tepat 1 gram. Dan pada
saat pengenceran H2SO4 saat menambahkan akuades kedalam labu takar tidak akurat dan tidak teliti maka
yang terjadi adalah terlalu banyak akuades yang ditambahkan hingga melebihi
tanda batas dan karena kesalahan ini maka kami mengulang percobaan dari
mengambil larutan H2SO4 pekat ulang dan
melanjutkan percobaan.
BAB
5
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
- Pembuatan larutan NaCl dengan
massa berat dan volume yang telah diketahui yaitu dengan menggunakan rumus
. Bahan NaCl yang berupa serbuk yang diencerkan dengan akuades (sesuai
prosedur pengenceran) lalu ditambahkan
volumenya hingga 100 ml lalu dihomogenkan dan disimpulkan bahwa larutan NaCl
adalah larutan homogen.
- Pembuatan larutan H2SO4
dengan konsentrasi yang telah
diketahui yaitu dengan menggunakan rumus
. Bahan H2SO4
yang berupa cairan pekat yang diencerkan dengan akuades (sesuai prosedur
pengenceran) lalu ditambahkan volumenya hingga 100 ml lalu dihomogenkan dan disimpulkan bahwa larutan H2SO4 adalah larutan homogen.
- Cara pembuatan larutan dari zat cair
adalah dengan menambahkan akuades secukupnya terlebih dahulu sebelum memasukkan
larutan H2SO4
pekat apabila cara pembuatan
larutan dari zat padat juga sama yaitu dengan menambahkan akuades secukupnya
terlebih dahulu sebelum memasukkan serbuk NaCl karena sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan. Perbedaannya hanya pada bahan praktikum dan
konsentrasi.
5.2 Saran
Sebaiknya percobaan ini
dilakukan dengan senyawa yang lebih, tidak hanya dengan menggunakan H2SO4 dan NaCl, agar hasilnya yang bisa diamati lebih beragam,
contohnya dengan senyawa NaOH, CuSO4, HCl, KOH, HCN dan lain
– lain.
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Hiskia. 2001. Kimia
Larutan. Citra Aditya Bakti : Bandung
Annisanfushie.2008.PEMBUATAN
LARUTAN.www.annisanfushie.wordpress.com. Diakses pada 15 Desember 2013 pukul 18.21 WITA
Anwar,
Dedy.2011.LARUTAN.www.dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com. Diakses pada 15 Desember 2013 pukul 21.19 WITA
Baroroh, Umi L.U. 2004. Diktat
Kimia Dasar 1. Universitas Lambung Mangkurat : Banjar Baru
Ceengineermu.2012.PEMBUATAN LARUTAN.www.ceengineermu.weebly.com. Diakses pada 15 Desember 2013 pukul 18.22 WITA
Chang,
Raymond. 2005. Kimia Dasar Jilid 2 . Erlangga : Jakarta
Gunawan, Adi dan Roeswati. 2004. Tangkas
Kimia. Kartika : Surabaya
Khopkar, S.M. 1990. Konsep Dasar
Kimia Analitik. Universitasn Indonesia : Jakarta
Petrucci,
Ralph.H. 1987. Kimia Dasar Jilid 2. Erlangga : Jakarta
Prokim09.2010.CAMPURAN
HOMOGEN DAN CAMPURAN HETEROGEN.www.prokim09.wordpress.com. Diakses pada 14 Desember 2013 pukul 7.20 WITA
Wanibesak.2010.PEMBUATAN
PENGENCERAN DAN PENCAMPURAN LARUTAN.www.wanibesak.wordpress.com. Diakses pada
15 Desember 2013 pukul 10.56 WITA
Yahooanswers.2013.SIFAT
FISIK NaCl.www.answers.yahoo.com. Diakses pada
14 Desember 2013 pukul 17.13 WITA
l879t8snjjt694 dildos,vibrators,realistic dildo,fantasy toys,dog dildo,Discreet Vibrators,wholesale sex toys,double dildos,wholesale sex toys z282f7aukze854
BalasHapusi763p0elpbo882 prostate massagers,realistic dildo,Panty Vibrators,G-Spot Vibrators,sex toys,wolf dildo,finger vibrator,dog dildo,realistic sex dolls y053x7cghxo642
BalasHapusa712k2fwvmn567 realistic dildo,anal toys,dildos,realistic dildos,custom sex doll,black dildos,vibrators,dog dildo,realistic dildo i482v5infgg217
BalasHapusl564a5wcwsx027 vibrators,sex chair,horse dildo,sex toys,dildos,penis rings,realistic sex dolls,finger vibrator,dildos b762f8qifri142
BalasHapus