LAPORAN MINGGUAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR I
PENGENALAN
ALAT
Disusun Oleh :
A-2
Teknik
Industri
Valenda Offyannur Yustitia 1309035002
LABORATORIUM
TEKNOLOGI KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2013
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebelum
memulai melakukan praktikum di laboratorium
praktikan harus mengenal dari alat-alat laboratorium dan memahami cara
penggunaan semua peralatan dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium
kimia.Selain itu praktikan harus tahu cara menggunakannya dengan teknik dan
prosedur yang benar, walaupun sudah mengenal alat yang jenis, tetapi perlu
diingat bahwa tiap-tiap alat terkadang mempunyai prosedur yang telah ditentukan
oleh pabrik pembuatnya dan untuk memudahkan mengenal alat kimia yang digunakan
untuk pengelompokkan yang umum dipakai yaitu seperti peralatan gelas dan
peralatan non gelas. Peralatan
gelas,hampir semua eksperimen dengan bahan kimia menggunakan peralatan gelas,
gelas memiliki banyak keuntungan dalam eksperimen kimia dan gelas tidak hanya
bersifat non reaktif tetapi juga dapat menyajikan pengamatan visual selama
reaksi berlangsung, tetapi gelas dapat mudah pecah dan hal ini dapat
mengebabkan kecelakaan seperti luka terpotong atau tergores dari pecahan
peralatan gelas, hal
ini merupakan salah satu luka yang sering terjadi di laboratorium. Oleh karena itu, pada praktikum kali ini dilakukan
percobaan dengan menggunakan alat – alat laboratorium yang sebelumnya akan
diperkenalkan dahulu dan akan digunakan dipercobaannya.
1.2 Tujuan Percobaan
- Dapat mengetahui bentuk
alat dan mengenal alat – alat yang digunakan dalam percobaan kimia,
- Dapat mengetahui cara penggunaan alat – alat yang digunakan
dalam percobaan kimia,
- Dapat mengetahui fungsi dari macam - macam alat yang digunakan dalam percobaan kimia.
BAB
2
PEMBAHASAN
|
Gambar Alat
|
Fungsi Alat
|
Cara
Menggunakan
|
|
Kaca Arloji (
Watch Glasses )
|
Untuk wadah saat menimbang bahan kimia seperti NaCl diatas neraca analitik.
|
Letakkan kaca
arloji diatas neraca analitik lalu ambillah NaCl menggunakan spatula setelah
itu pindahkan NaCl ke kaca arloji untuk ditimbang.
|
|
Spatula
|
Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan ataupun serbuk
|
Ambillah NaCl
menggunakan spatula setelah itu pindahkan NaCl ke kaca arloji untuk
ditimbang.
|
|
Neraca
Analitik
|
Untuk menimbang
zat-zat yang akan ditimbang
|
Tekan tombol zero terlebih dahulu hingga menunjukkan angka
0 setelah itu letakkan kaca arloji dan masukan NaCl yang akan di timbang ke
dalamnya setelah dimasukkan tutup kacanya dan tunggu hingga angkanya
berhenti.
|
|
Pipet Tetes ( Drop Pipette )
|
Untuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain
dalam jumlah yang sangat kecil yaitu setetes demi tetes.
|
Ambillah
akuades secukupnya menggunakan pipet tetes lalu pindahkan secara perlahan ke
dalam labu takar hingga tanda batasnya.
|
|
Pipet Ukur ( Measuring Pipette
|
Untuk membantu memindahkan larutan dengan berbagai ukuran volume
|
Hisaplah
cairan H2SO4 hingga 10 ml dengan bantuan bola hisap
setelah itu ekresikan cairan tersebut sesuai dengan volume yang diminta.
|
|
Bola Hisap
|
Untuk menghisap cairan
dari bejana ke pipet.
|
Pasang bola
hisap ini terlebih dahulu di ujung atas pipet ukur lalu hisaplah cairan H2SO4
menggunakan bola tersebut setelah itu ekresikan cairan tersebut ke labu
takar.
|
|
Gelas Ukur
|
Untuk pengukuran
volume baik larutan yang berwarna (bening/pekat) ataupun yang tidak berwarna.
|
Letakkan di tempat
atau meja yang datar dan di baca sejajar dengan mata.
|
|
Labu Takar
|
Untuk membuat larutan
dengan volume tertentu yang memerlukan ketelitian.
|
Tuangkan
larutan NaCl yang telah diencerkan menggunakan gelas kimia ke dalam labu
takar lalu tambahkan akuades hingga tanda batas, tutuplah lalu goyangkan
hingga merata.
|
|
Corong Kaca
|
Untuk membantu memasukan atau
memidahkan larutan
|
Tuangkan
larutan NaCl yang telah diencerkan di dalam gelas kimia ke dalam labu takar mengguakan
corong kaca lalu tambahkan akuades hingga tanda batas.
|
|
Gelas Kimia (
Beaker Glass )
|
Untuk melarutkan suatu
zat baik zat padat maupun zat yang berbentuk cair.
Untuk mengencerkan
suatu larutan.
|
Letakkan NaCl
yang sudah ditimbang ke dalam gelas kimia lalu tambahkan akuades untuk
mengencerkan serbuk NaCl.
|
|
Batang
Pengaduk
|
Untuk mengocok atau
mengaduk larutan
baik akan direaksikan maupun ketika reaksi sementara.
|
Aduklah NaCl
yang telah diletakkan di gelas kimia dan telah ditambahkan akuades tersebut
supaya serbuk NaCl larut secara merata.
|
|
Termometer
|
Untuk mengukur suhu pada suatu zat
|
Letakkan
termometer kedalam larutan yang akan diketahui suhunya pada larutan telah
disediakan.
|
BAB 3
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
- Bentuk alat – alat dalam praktikum ini
beragam dan sesuai dengan kegunaannya masing – masing, bentuk tersebut yaitu
seperti silinder, cekungan, bulat dan ada yang seperti labu. Dari bentuk –
bentuk tersebut, kami dapat mengenalnya seperti yang berbentuk silinder bernama
pipet ukur, yang berbentuk cekungan bernama kaca arloji, yang berbentuk bulat
bernama bola hisap dan yang berbentuk labu bernama labu takar.
- Penggunaan kaca arloji dan neraca analitik
pada saat menimbang serbuk NaCl dengan bantuan spatula untuk mengambil serbuk
tersebut, menggunakan pipet tetes saat memindahkan akuades hingga tanda batas
dalam labu takar, menggunakan pipet ukur dan bola hisap saat menghisap larutan H2SO4
pekat ke dalam labu takar, menggunakan batang pengaduk saat mencampur
larutan di gelas kimia dan memindahkan larutan ke dalam labu takar dengan
bantuan corong kaca.
- Fungsi alat – alat tersebut antara lain kaca
arloji untuk wadah, spatula untuk mengambil bahan kimia, neraca analitik untuk
menimbang zat, pipet tetes untuk membantu memindahkan cairan dengan jumlah
kecil, pipet ukur untuk memindahkan larutan dalam berbagai volume, bola hisap
untuk membantu pipet ukur dalam memindahkan larutan, gelas ukur untuk mengukur
volume, labu takar untuk membuat larutan, corong kaca untuk membantu memindahkan
larutan, gelas kimia untuk melarutkan zat dan batang pengaduk untuk mengaduk
larutan.
3.2 Saran
Sebaiknya alat yang digunakan dipercobaan lebih beragam
lagi, tidak hanya kaca arloji, spatula, neraca analitik, pipet tetes, pipet
ukur, bola hisap, gelas ukur, labu takar, corong kaca, gelas kimia, batang
pengaduk dan termometer, supaya alat – alat pada saat praktikum lebih beragam dan
dapat mengetahui bentuk alat lainnya begitu pula kita dapat mengenal lebih pada
alat – alat praktikum kimia.
DAFTAR PUSTAKA