Sabtu, 21 Desember 2013

Laporan pengenalan alat


LAPORAN  MINGGUAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR I
PENGENALAN ALAT


Disusun Oleh :
A-2
Teknik Industri
Valenda Offyannur Yustitia      1309035002

LABORATORIUM TEKNOLOGI KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2013

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Sebelum memulai melakukan praktikum di laboratorium praktikan harus mengenal dari alat-alat laboratorium dan memahami cara penggunaan semua peralatan dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium kimia.Selain itu praktikan harus tahu cara menggunakannya dengan teknik dan prosedur yang benar, walaupun sudah mengenal alat yang jenis, tetapi perlu diingat bahwa tiap-tiap alat terkadang mempunyai prosedur yang telah ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan untuk memudahkan mengenal alat kimia yang digunakan untuk pengelompokkan yang umum dipakai yaitu seperti peralatan gelas dan peralatan non gelas. Peralatan gelas,hampir semua eksperimen dengan bahan kimia menggunakan peralatan gelas, gelas memiliki banyak keuntungan dalam eksperimen kimia dan gelas tidak hanya bersifat non reaktif tetapi juga dapat menyajikan pengamatan visual selama reaksi berlangsung, tetapi gelas dapat mudah pecah dan hal ini dapat mengebabkan kecelakaan seperti luka terpotong atau tergores dari pecahan peralatan gelas, hal ini merupakan salah satu luka yang sering terjadi di laboratorium. Oleh karena itu, pada praktikum kali ini dilakukan percobaan dengan menggunakan alat – alat laboratorium yang sebelumnya akan diperkenalkan dahulu dan akan digunakan dipercobaannya.

1.2   Tujuan Percobaan
-      Dapat mengetahui bentuk alat dan mengenal alat – alat yang digunakan    dalam percobaan kimia,
-  Dapat mengetahui cara penggunaan alat – alat yang digunakan dalam percobaan kimia,
-      Dapat mengetahui fungsi dari  macam - macam alat yang  digunakan dalam percobaan kimia.

BAB 2
PEMBAHASAN

Gambar Alat
Fungsi Alat
Cara Menggunakan
Kaca Arloji ( Watch Glasses )



Untuk wadah saat menimbang bahan kimia seperti NaCl diatas neraca analitik.

Letakkan kaca arloji diatas neraca analitik lalu ambillah NaCl menggunakan spatula setelah itu pindahkan NaCl ke kaca arloji untuk ditimbang.
Spatula



Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan ataupun serbuk
Ambillah NaCl menggunakan spatula setelah itu pindahkan NaCl ke kaca arloji untuk ditimbang.
Neraca Analitik




Untuk menimbang zat-zat yang akan ditimbang
Tekan tombol zero terlebih dahulu hingga menunjukkan angka 0 setelah itu letakkan kaca arloji dan masukan NaCl yang akan di timbang ke dalamnya setelah dimasukkan tutup kacanya dan tunggu hingga angkanya berhenti.
Pipet Tetes ( Drop Pipette )




Untuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecil yaitu setetes demi tetes.
Ambillah akuades secukupnya menggunakan pipet tetes lalu pindahkan secara perlahan ke dalam labu takar hingga tanda batasnya.
Pipet Ukur ( Measuring Pipette





Untuk membantu memindahkan larutan dengan berbagai ukuran volume
Hisaplah cairan H2SO4 hingga 10 ml dengan bantuan bola hisap setelah itu ekresikan cairan tersebut sesuai dengan volume yang diminta.
Bola Hisap
Untuk menghisap cairan dari bejana ke pipet.
Pasang bola hisap ini terlebih dahulu di ujung atas pipet ukur lalu hisaplah cairan H2SO4 menggunakan bola tersebut setelah itu ekresikan cairan tersebut ke labu takar.
Gelas Ukur


Untuk pengukuran volume baik larutan yang berwarna (bening/pekat) ataupun yang tidak berwarna.
Letakkan di tempat atau meja yang datar dan di baca sejajar dengan mata.
Labu Takar





Untuk membuat larutan dengan volume tertentu yang memerlukan ketelitian.

Tuangkan larutan NaCl yang telah diencerkan menggunakan gelas kimia ke dalam labu takar lalu tambahkan akuades hingga tanda batas, tutuplah lalu goyangkan hingga merata.
Corong Kaca





Untuk membantu memasukan atau memidahkan larutan
Tuangkan larutan NaCl yang telah diencerkan di dalam gelas kimia ke dalam labu takar mengguakan corong kaca lalu tambahkan akuades hingga tanda batas.
Gelas Kimia ( Beaker Glass )




Untuk melarutkan suatu zat baik zat padat maupun zat yang berbentuk cair.
Untuk mengencerkan suatu larutan.
Letakkan NaCl yang sudah ditimbang ke dalam gelas kimia lalu tambahkan akuades untuk mengencerkan serbuk NaCl.
Batang Pengaduk




Untuk mengocok atau mengaduk larutan baik akan direaksikan maupun ketika reaksi sementara.
Aduklah NaCl yang telah diletakkan di gelas kimia dan telah ditambahkan akuades tersebut supaya serbuk NaCl larut secara merata.
Termometer
Untuk mengukur suhu pada suatu zat
Letakkan termometer kedalam larutan yang akan diketahui suhunya pada larutan telah disediakan.


BAB 3
PENUTUPAN

3.1   Kesimpulan
-    Bentuk alat – alat dalam praktikum ini beragam dan sesuai dengan kegunaannya masing – masing, bentuk tersebut yaitu seperti silinder, cekungan, bulat dan ada yang seperti labu. Dari bentuk – bentuk tersebut, kami dapat mengenalnya seperti yang berbentuk silinder bernama pipet ukur, yang berbentuk cekungan bernama kaca arloji, yang berbentuk bulat bernama bola hisap dan yang berbentuk labu bernama labu takar.
-    Penggunaan kaca arloji dan neraca analitik pada saat menimbang serbuk NaCl dengan bantuan spatula untuk mengambil serbuk tersebut, menggunakan pipet tetes saat memindahkan akuades hingga tanda batas dalam labu takar, menggunakan pipet ukur dan bola hisap saat menghisap larutan H2SO4 pekat ke dalam labu takar, menggunakan batang pengaduk saat mencampur larutan di gelas kimia dan memindahkan larutan ke dalam labu takar dengan bantuan corong kaca.
-    Fungsi alat – alat tersebut antara lain kaca arloji untuk wadah, spatula untuk mengambil bahan kimia, neraca analitik untuk menimbang zat, pipet tetes untuk membantu memindahkan cairan dengan jumlah kecil, pipet ukur untuk memindahkan larutan dalam berbagai volume, bola hisap untuk membantu pipet ukur dalam memindahkan larutan, gelas ukur untuk mengukur volume, labu takar untuk membuat larutan, corong kaca untuk membantu memindahkan larutan, gelas kimia untuk melarutkan zat dan batang pengaduk untuk mengaduk larutan.

3.2   Saran
Sebaiknya alat yang digunakan dipercobaan lebih beragam lagi, tidak hanya kaca arloji, spatula, neraca analitik, pipet tetes, pipet ukur, bola hisap, gelas ukur, labu takar, corong kaca, gelas kimia, batang pengaduk dan termometer, supaya alat – alat pada saat praktikum lebih beragam dan dapat mengetahui bentuk alat lainnya begitu pula kita dapat mengenal lebih pada alat – alat praktikum kimia.


DAFTAR PUSTAKA

Fehling, Siroo. 2012. Gelas Ukur Vs Gelas Kimia. www.siroofehling.wordpress.com. Diakses pada 14 Desember 2013 pukul 9.46 WITA

Kamuslife.2012.FUNGSI PIPET TETES.www.kamuslife.com. Diakses pada 14 Desember 2013 pukul 9.22 WITA

Muhrudin, Udin. 2012. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II PENGENALAN ALAT-ALAT.www.bee-cllalu.blogspot.com. Diakses pada 14 Desember 2013 pukul 7.11 WITA

Saifur Rohman, Arif.2013. PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM. www.asrchihuyers.wordpress.com. Diakses pada 14 Desember 2013 pukul 7.08 WITA

Ukmpenelitianunila2012.2013.LAPORAN PENGENALAN ALAT LABORATORIUM DAN BEBERAPA TEKNIK LABORATORIUM.www. ukmpenelitianunila2012.blogspot.com. Diakses pada 15 Desember 2013 pukul 9.10 WITA